Bang-saku Sayang - Part I

Meng-screening bahasan blog ini, gw 90% menebak, bahwa sang
blogger adalah org Indonesia juga.

Entah dia seorang pelajar di Malaysia, atau pekerja kelas
menengah ke atas, atau seorang ‘domestic division’ seperti gw. Yg jelas dia
sudah menetap cukup lama di sana, hingga
menangkap fenomena rendahnya nilai orang Indonesia di mata orang-orang Malaysia.

Hal ini mungkin doi lihat dari bahasa media yg digunakan
saat mendeskripsikan sang ‘wakil Indonesia’
yg lg jadi bulan-bulanan di sana.
Entah seorang TKW yg jadi korban, atau pendatang2 haram yg jadi member dunia
kriminalitas sana yg lg bikin ulah.

(Ahya, waktu kecil gw pernah nonton pertandingan bulutangkis
INA v.s MLY di siaran TV3 entah RTM. Bahasa yg digunakan sang komentator , sungguh bikin panas
kuping. Heheh.. )

 

Kebencian bangsa jiran ini mungkin awalnya krn hal kecil. Mungkin
dulu ada turis bule yg kecopetan dan hal ini merusak citra pariwisata mereka. Padahal ‘sepertinya
sih’ gak ada orang Malaysia
yang begitu miskin sehingga perlu mencopet.

Akhirnya yang dituding adalah bangsa pendatang yang
berhamburan ke sana seperti semut lapar melihat gulali. Kalau orang India datang membawa modal kain, orang China bawa
tofu, maka orang kita yg cuma datang melenggang lah yg jadi terdakwa utama :p

 

Di sisi lain, adanya kontes-kontes se-Asean yg lebih
sering dimenangkan oleh bangsa urang. Misalnya jaman Asia Bagus. Bener khan,
seinget gw, jarang wakil Malaysia yg menang? Yah bukannya mereka gak bisa nyanyi. Kenyataannya gw suka banget
sama Sheila Majid. Dan Siti Nurhaliza sungguh sangat cantik ;)~

Bangsa kita memang diuntungkan dgn banyaknya talent (baca: banyak banget), sehingga sosok yg ditampilkan bener2 hasil terseleksi dan bukan krn gak ada pilihan (tidak berlaku dalam dunia cari duit termasuk dunia showbiz. kalo dlm dunia ini sih, selain koneksi dan uang sabun, asal dia gak malu2in aja performancenya. piss…).

 

So, kebencian2 kecil ini lalu terpupuk. Apalagi lalu media Indonesia menyebarkan pada dunia bahwa bangsa Malaysia adalah
bangsa kejam yg suka memukuli TKW. Padahal mungkin dulu penyalur memang
ngirimin pekerja ‘bego’ ke sana, yg cuma bikin emosi.
Atau penyalurlah yg memperalat TKI, sementara majikan yg sudah membayar malah
dituding.

Di dalam negri sendiri, kasus sejenis juga banyak kan? Jangankan kekerasan
fisik, kekerasan psikis jg bejibun kok. Dan ini gak sebatas di dunia perbabuan aja
toh.

(Makanya buat yg udah gak betah gawe di kantornya, buruan
aja keluar. Daripada nyela2 di belakang kyk org munafik.)

 

Oks, balik lg ke si blogger. 10% kemungkinan lagi, doi memang warga Malaysia. Mungkin
doi fallen sama seorang Indonesia.
Tapi keluarganya gak setuju. Dengan alasan… yah you know, seperti yg dia tulis
di blognya.

 

Bersambung…

Leave a Reply