Review: KAZUO OGA EXHIBITION
Sunday, July 29th, 2007Berawal
dari kedatangan ane ke stand Studio Ghibli di Tokyo International Fair Anime
bulan maret lalu, ane mendptkan
selebaran informasi yg mengantarkan diriku ke kunjungan weekend kali ini.
Setelah
search info di google-ku sayang, tergelarlah sedikit profile mengenai sang
Kazuo Oga ini. Singkatnya beliau adalah ‘The Man Who Drew Totoro’s Forrest’.
Dgn kata lain, seorang background artist andalan Miyazaki Sensei. Hmm… he must be something…
So, berangkatlah ane beserta keluarga, menempuh 1,5 jam
perjalanan menuju Museum of Contemporary Art, Tokyo.
Sampai di sana… Uh-oh… Apakah antrian panjang dan tebal
(alias 4-5 org dalam 1 shaft) itu semuanya bertujuan sama dgn ane?
Hai, so desu.
Tarik
nafas… dan anepun bergabung dgn semangat. Maklum, baru diisi nasi unagi dan
sedikit mie soba. Setelah mengantri dan kipas2 (panas bo’) sekitar 30 menit, di
tangan ane tergenggam secarik tiket seharga ¥1100. Yatta…!
Tapi… apa
itu di depan pintu masuk?
Jawab: Sebentuk
antrian yg sama tebal dan sama panjangnya dgn antrian yg barusan ane
tinggalkan.
Apakah mereka
jg bertujuan sama dgn ane?
Hai, so desu.
Jya… he MUST BE really something or
I will… ciaatt…caatatatatata!!
Tarik
nafaaas… dan sekitar 20 menit kemudian… aahh… AC di dalam ruang pameran memang terasa
lebih sejuk. Fiuh…
Ruang
pertama ini berisi kumpulan karya doi di tahun 70an. Canggih. Marvel abis. Mungkin krn waktu itu statusnya msh anak muda
ya. Hm, keknya bakal lebih edun nich!
Lalu saat
hendak melangkahkan kaki ke ruang yg lebih gelap…
…
…
OMIGOD… ANTRIAN
APA LAGI INIIIHHH…>>(><)<<
Bused
da’ah… ane emang gak ngerti sama info layout pameran yg diberikan (kanji
gilak!) tapi ane bertekad gak akan melewatkan satu ruang pun setelah ane
memasuki tempat inih! Jya, ganbarimasu!!
Sekitar 20
menit berlalu dalam ruang berbentuk labirin, gelap, dan tanpa musik. Untung di
sebelah ane ada sepasang muda mudi yg pintar memanfaatkan keadaan. Ane jd ada
sedikit hiburan. Hmm… jd inget masa lalu… hhh…
yare yare
Nah itu dia
barangnya yg membuat ane mengantri panjang ntuk ketiga kalinya hari ini: sebuah
lubang di dinding yg dirambati tumbuhan lumut imitasi.
Apakah itu…
benar: Rumahnya Mbah Totoro.
Sebuah
diorama yg dibentuk menyerupai rumah Totoro di dasar batang pohon yg besar, dgn
fx berkas cahaya menerabas dari atas. Walaupun tak tampak kupu2 yg beterbangan
spt dlm filmnya, tp si empunya rumah tampak pulas tertidur dan… bernafas donk.
Dadanya naik turun perlahan dan terdengar dengkuran halusnya. Hmm… pengen deh jd
May n numpang bobok di situ 8p~
Berikutnya
tentu saja, portofolio Kazuo Oga sepanjang sejarah bergabung dgn Studio Ghibli.
Setiap masterpiece terpajang rapi di sepanjang dinding ruang-ruang yang
dikelompokkan sesuai judul2 film mahakarya Ghibli. Mulai dari Totoro sampai
film yg akan premiere summer ini (apa ya td judulnya lupa). Mulai dari background
color, preliminary background, design location, sampai layout karya sang Art
Director. Setiap layer cel OL, UL, BG ditumpuk dan diframe rapi. Info camera
alias Field Guide-nya sih gak ada, udah direuse kali ye.
Well, rasanya
hampir gak percaya… inget gak, BG lembah tebing di ceruk pantainya Porcoroso??
Mata ane dan goresan asli masterpieces yg replikanya terpajang di kantor ane
dulu, saat ini hanya dibatasi oleh sebingkai kaca pigura!
Gak
habis2nya bibir ini mendesis menahan spontanitas yg meluncur dari dasar hati yg
paling dalam…
ANJ***NG
MAMA…
ORANG GILA…
EDAN!
GAK
MUNGKIN, INI PASTI TRACING…
OOOUUGGHHH…
(Hm.. pdhl
tereak aja ya. gak ada yg kenal ini. Tp waktu itu ane lg pk rok panjang. Trus
rambut dikepang panjang ke belakang. Kalo berkelakuan aneh2 bisa2 malah
dideportasi dah. Nih ada emak2 gaijin lepas kandang ;p)
Karya-karya bapak ini sgt detil luar
biasa. Setiap helai daun, gradasi rumput, fx shadowing n lightingnya… ck ck ck.
Pdhl itu gbr di atas cel animasi lho (semacam plastic gitu). Ayo, gmn coba
ngapusnya kalo salah?
Mana ukurannya cuma kertas jepang
pula (lebih kecil sedikit dr A4). Ada jg sih yg
pake kertas america
(sekitar A3) atau model kertas yg disambung2 utk scene w/ BG PANing. Semisal
scene saat Kiki meluncur di jalan dibonceng sepeda temennya yg depannya
dipasangi baling2, atau saat Mononoke berlari menuruni hutan lebat (layer hutan
lebatnya ada 5 bayangin!), and so on.
Setelah
sejam-an melalap pemandangan alam Jepun lantai pertama pun berakhir. Yup, msh
ada satu lantai lg. tp di antara jeda ruang ane memutuskan mengistirahatkan dengkul
(DAN HATI) sembari memanfaatkan facepaper modal penampilan ane natsu ini. Cepeul bo’.
Ruang
berikutnya ada di lantai 3 (yg barusan lantai 1). Kali ini berisi karya2 Kazuo
Oga sebagai illustrator untuk buku dan yg lainnya. Di sini digelar jg proses
kerja sang dewa saat melahirkan karyanya melalui presentasi AV dan foto. Bahkan
meja kerja sang dewapun terjogrok di salah satu sudut, lengkap dgn hamparan
kuas, cat poster dan alat gbr lainnya, wadah aer, tempelan schedule kerja,
referensi foto (tuh kann… bisa jd doi tracing! ;DD >> *msh sulit menerima kenyataan*), sampai alat airbrush yg
nyangkut di sisi meja. Satu yg lucu adalah bbrp origami berbentuk kura2 yg
dibuat entah dr kertas bekas apa dan berisikan apa.
Ingin rasanya meninju pingsan
panitia yg lg jagain tempat itu lalu mencomot satu origami kura2 buat
kenang2an. Namun lagi2 ya itu… ane takut dideportasi… Xp~
Okeh,
sepertinya ruang keren2an Master Oga udah berakhir sampe di sini. Di sini, satu
ruang yg menampilkan bankground rumah May segede dinding. Dan ane…
LUPA BAWA
KAMERA…
Padahal di
ruang ini…
BOLEH
MOTRET…
Dan di
sudut sana ada…
BONEKA
TOTORO SETINGGI 2 METER…
…
…
Anepun
melangkah ringan (*udah.. jgn bo’ong*)
ke ruang sebelah yg tampak bagaikan kelas playgroup. Ternyata org2 lg pd asik membuat
origami Totoro. Ane gak mo ketinggalan donk, dgn pedenya lipat sana lipat sini. Adu cepat dgn ibu2 yg khusuk
membuatkan utk anaknya. Dan ane, kalah cepat donk. Hiks, pulang aja dah ane…
Eh tp
sebelum keluar, mampir dulu ke ruang yg menjual buku2 n souvenir Ghibli. Mayan,
dpt satu buku proses karya Sang Dewa Background, miniatur sepeda baling2 Kiki
dan mobil pick up bokapnya May yg penuh barang2 pindahan (plus May dan kakaknya
yg mengintip dr balik tumpukan barang =))))
Pamerannya
msh sampe bulan September lho. So, kalo kebetulan anda lewat deket2 selatan Tokyo, gak rugi kok mampir.
Dgn catatan:
- jangan dtg hari minggu kalo gak mo ngantri lama
- bawa air minum di tas
- BAWA KAMERAAAAAAAA………….!!!
via camera hp hubby (yg ga ikut masuk, hiks)
depan museum MO+, Tokyo